Dian Restiani : Pertemuan 1

A. Pengertian TBI :

Temu Balik Informasi adalah sebuah sistem pengambilan informasi yang di rancang untuk mengambil suatu dokumen atau informasi yang di perlukan oleh komunitas pengguna

B. Pengertian Sistem Temu Balik Informasi :

  1. Menurut Gerald Kowalski (1945) sistem temu balik informasi adalah suatu sistem yang mampu melakukan penyimpanan, pencarian, dan pemeliharaan informasi. Informasi dalam konteks ini dapat terdiri dari teks (termasuk data numerik dan tanggal), gambar, audio, video, dan objek multimedia lainnya.
  2. Harter (1986) mengatakan bahwa Sistem temu-kembali informasi (Information Retrieval System/IRS) adalah perangkat yang menghubungkan antara pemakaipotensial dengan koleksi atau kumpulan informasi.
  3. Mooers (1948) berpendapat bahwa Information Retrieval sendiri adalah seni dan ilmu dalam mencari informasi pada dokumen, mencari untuk dokumen mereka sendiri, mencari untuk metadata dengan gambaran berbentuk dokumen, atau mencari dalam database, apakah itu hubungan database yang berdiri sendiri atau hiperteks jaringan database seperti internet atau intranet, untuk teks, suara, gambar atau data. Mooers (1951) juga menjelaskan bahwa Information Retrieval adalah bidang di persimpangan ilmu informasi dan ilmu komputer.  Berkutat dengan pengindeksan dan pengambilan informasi dari sumber informasi heterogen dan sebagian besar-tekstual. Istilah ini diciptakan oleh Mooers pada tahun 1951, yang menganjurkan bahwa diterapkan ke “aspek intelektual” deskripsi informasi dan sistem untuk pencarian

C. Gambaran Umum Tentang Temu Balik Informasi

Sebagaimana didefinisikan, pencarian informasi yang digunakan untuk menjadi sebuah kegiatan yang melibatkan beberapa orang dalam referensi pustakawan, paralegal dan pencari professional.

Information retrieval (IR) dapat mencakup semua jenis data dan informasi masalah di luar yang ditentukan. Dalam IR dibutuhkan data yang terstruktur, untuk memudahkan pencarian data. Dalam langkah supaya data yang ada terstruktur, data yang ada akan di-index, guna mengatur file yang tidak berstruktur menjadi lebih rapi.

Temu kembali informasi atau information retrieval merupakan proses dimana pengguna dapat menemukan informasi yang dibutuhkan pada penyedia informasi dengan dibantuh oleh sistem yang sudah disediakan. Menurut Saltea 1983, dalam Janu Saptari dan Purwono 2006 menjelaskan bahwa secara sederhana temu kembali informasi merupakan suatu sistem yang menyimpan informasi dan menemukan kembali informasi tersebut (Janu Suptari; Purwono 2006). Pada dasarnya sistem temu kembali informasi yang bertujuan untuk menyimpan informasi adalah sebuah kumpulan laporan yang tersimpan secara bersama-sama dalam satu tempat penyimpanan. Laporan-laporan yang tersimpan dapat berbentuk bibiliogari koleksi yang berada di penyedia jasa tersebut, bibliografi dari koleksi tersebut digunakan sebagai bahasa penelusur informasi.

D. Apa saja yang di bahas dalam Temu Balik Informasi

Yang di bahas dalam Temu Balik Informasi adalah Jenis, Fungsi, Tujuan, Peran, Komponen dan Keefektifitasan Sistem Temu Kembali Informasi

  • Perkembangan Temu Kembali Informasi dari sisi user task ada 2 jenis yaitu:
  1. Model Klasik
    1. Model Boolean : merupakan model sistem temu kembali informasi sederhana yang berdasarkan atas teori himpunan dan aljabar boolean
    2. Model Vector Space : merupakan model sistem temu kembali informasi yang merepresentasikan dokumen dan query dalam bentuk vektor dimensional
    3. Model Probabilistic : merupakan model sistem temu kembali informasi yang menggunakan framework probabilistik
  2. Model Terstruktur
    1. Non Overlapping List: Sistem yang menggunakan model ini akan membagi-bagi dokumen sebagai “wilayah teks” tertentu.
    2. Proximal Nodes: model ini menggunakan struktur indeks yang memiliki hirarki independen (non-flet) terhadap sebuah dokumen.

Menurut Chowdhury (1999) Sistem temu-kembali informasi dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu:

  1. Sistem temu-kembali informasi in house, yaitu Sistem temu-kembali informasi dibangun oleh perpustakaan atau pusat informasi tertentu untuk melayani terutama para pemakai dalam organisasi tersebut. Salah satu bentuk sistem temu-kembali informasi in house adalah OPAC (Online Public Access Catalogue)
  2. Sistem temu-kembali informasi online, yaitu Sistem temu-kembali informasi didesain untuk memberikan akses ke remote database kepada berbagai Sistem online ini menghubungkan para pemakai pada berbagai tempat melalui jaringan komunikasi elektronik. Bentuk yang paling populer dari sistem temu-kembali informasi online adalah CD-ROM dan internet
  • Tujuan Temu Balik Informasi

Sistem Temu Kembali Informasi didisain untuk menemukan dokumen atau informasi yang diperlukan oleh masyarakat pengguna. Sistem Temu Kembali Informasi bertujuan untuk menjembatani kebutuhan informasi pengguna dengan sumber informasi yang tersedia dalam situasi seperti dikemukakan oleh Belkin (1980) sebagai berikut:

  1. Penulis mempresentasikan sekumpulan ide dalam sebuah dokumen menggunakan sekumpulan konsep.
  2. Terdapat beberapa pengguna yang memerlukan ide yang dikemukakan oleh penulis tersebut, tapi mereka tidak dapat mengidentifikasikan dan menemukannya dengan baik.
  3. Sistem temu kembali informasi bertujuan untuk mempertemukan ide yang dikemukakan oleh penulis dalam dokumen dengan kebutuhan informasi pengguna yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan (query)

Sementara Tague-Sutcliffe (1996) menjelaskan bahwa Tujuan utama sistem temu kembali informasi adalah untuk menemukan dokumen yang sesuai dengan kebutuhan informasi pengguna secara efektif dan efisien, sehingga dapat memberikan kepuasan baginya. Sedangkan Secara teknis tujuan Sistem temu kembali informasi menurut Hasugian (2006) adalah menyesuaikan (matching) dengan term atau istilah yang dibangun (query) dengan term atau indeks yang ada dalam dokumen, sehingga dengan kesesuaian tersebut maka dokumen-dokumen yang relevan akan terambil (retrieved) dari database. Dokumen relevan yang terambil tersebut itulah tujuan dari Sistem temu kembali informasi. Berkaitan dengan sumber informasi disatu sisi dan kebutuhan informasi pengguna disisi yang lain.

  • Peran Temu Balik Informasi

Sistem temu kembali informasi berperan untuk:

  1. Menganalisis sumber informasi dan pertanyaan.
  2. Mempertemukan pertanyaan pengguna dengan sumber informasi untuk mendapatkan dokumen yang relevan.
  • Fungsi Temu Balik Informasi

Adapun fungsi utama Sistem Temu Kembali Informasi seperti dikemukakan oleh Lancaster (1979) dan Kent (1971) adalah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi sumber informasi yang relevan dengan minat masyarakat pengguna yang ditargetkan.
  2. Menganalisis isi sumber informasi  (dokumen)
  3. Merepresentasikan isi sumber informasi dengan cara tertentu yang memungkinkan untuk dipertemukan dengan pertanyaan (query) pengguna.
  4. Merepresentasikan pertanyaan (query) pengguna dengan cara tertentu yang memungkinkan untuk dipertemukan sumber informasi yang terdapat dalam basis data.
  5. Mempertemukan pernyataan pencarian dengan data yang tersimpan dalam basis data.
  6. Menemu-kembalikan informasi yang relevan.
  7. Menyempurnakan unjuk kerja sistem berdasarkan umpan balik yang diberikan oleh pengguna.
  • Komponen Sistem Temu Kembali Informasi

Pada prinsipnya menurut Houghton (1977) sistem temu kembali informasi adalah penelusuran yang merupakan interaksi antara pemakai dan sistem dan pernyataan kebutuhan pengguna diekspresikan sebagai suatu istilah tertentu. Selanjutnya dinyatakan bahwa komponen fundamental dari sistem temu kembali informasi adalah sebagai berikut:

  1. penyimpanan (storage), yaitu menyangkut analisis subjek oleh pengindeks dan penerjemahan dari istilah ke dalam bahasa pengindeksan oleh sistem.
  2. proses temu kembali (retrieval), yaitu berkaitan dengan analisis dan pernyataan penelusuran; penerjemahan pertanyaan dalam bahasa pengindeksan oleh sistem; serta formulasi dari strategi penelusuran diekspresikan sebagai suatu istilah tertentu.

Menurut Hasugian (2007) ada lima komponen Sistem temu kembali informasi yaitu :

  • Pengguna

Pengguna adalah orang yang menggunakan atau memanfaatkan Sistem temu kembali informasi dalam kegiatan pengelolaan dan pencarian informasi. Berdasarkan perannya, pengguna Sistem temu kembali informasi dibedakakan atas 2 (dua) kelompok yaitu:

  1. Pengguna (user) adalah seluruh pengguna Sistem temu kembali informasi yang menggunakan Sistem temu kembali informasi baik untuk pengelolaan (input data, backup data, maintenance atau lainnya) maupun untuk keperluan pencarian/penelusuran informasi.
  2. Pengguna akhir (end user) adalah pengguna yang hanya menggunakan Sistem temu kembali informasi untuk keperluan pencarian dan atau penelusuran informasi.
  • Query

Query adalah format bahasa permintaan yang di input (dimasukan) oleh pengguna kedalam Sistem temu kembali informasi. Dalam interface (antar muka) Sistem temu kembali informasi selalu disediakan kolom/ruas sebagai tempat bagi pengguna untuk mengetikkan (menuliskan) query nya. Dalam OPAC perpustakaan disebut “Search expression”. Pada kolom itulah pengguna mengetik/ menuliskan bahasa permintaanya (query), dan setelah query itu dimasukkan selanjutnya mesin akan melakukan proses pemanggilan (recall) terhadap dokumen yang diinginkan dari database.

  • Dokumen

Dokumen adalah istilah yang digunakan untuk seluruh bahan pustaka, apakah itu artikel, buku, laporan penelitian dsb. Seluruh bahan pustaka (dimasukkan) dan disimpan dalam database (pangkalan data). Media penyimpanan database ini ada yang berbentuk CD-ROM ada juga yang berbentuk harddisk. Database ini ada yang bisa diakses secara online dan ada juga yang diakses secara off line. Biasanya databaseyang bisa diakses secara online dapat diakses secara bersamaan (multy user), sedangkan yang sifatnya off line hanya dapat digunakan oleh seorang saja dalam waktu yang sama (single user).

  • Indeks Dokumen

Indeks adalah daftar istilah atau kata (list of terms). Dokumen yang dimasukkan/disimpan dalam database diwakili oleh indeks, Indeks itu disebut indeks dokumen. Fungsinya adalah representasi subyek dari sebuah dokumen. Indeks memiliki tiga jenis yaitu :

  1. Indeks subyek adalah menentukan subyek dokumen pada istilah mana/apa yang menjadi representasi subyek dari sebuah dokumen.
  2. Indeks pengarang adalah mementukan nama pengarang mana yang menjadi representasi dari suatu karya.
  3. Indeks bebas adalah menjadikan seluruh kata/istilah yang terdapat pada sebuah dokumen menjadi sebuah representasi dari dokumen, terkecuali Stopword adalah kata yang tidak di indeks seperti : yang, that, meskipun, di, ke, dan lain-lain atau seluruh kata sandang/partikel.
  • Pencocokan (Matcher Function)

Pencocokkan istilah (query) yang dimasukkan oleh pengguna dengan indeks dokumen yang tersimpan dalam database adalah dilakukan oleh mesin komputer. Komputerlah yang melakukan proses pencocokkan itu dalam waktu yang sangat singkat sesuai dengan kecepatan memory dan processing yang dimiliki oleh komputer itu. Komputer hanya dapat melakukan pencocokan berdasarkan kesamaan istilah, komputer tidak bisa berfikir seperti manusia sebab mesin komputer tersebut hanyalah “artificial intelegence” (kecerdasan buatan). Oleh karena itu sering terjadi “ambiguitas” atau kesalahan makna untuk sebuah istilah.

Lancaster (1979) dan Doyle (1975) memandang sistem temu-kembali informasi dalam konteks siklus transfer informasi, mengatakan bahwa suatu sistem temu-kembali informasi merupakan subsistem (tahap luaran) dari sistem informasi. Lancaster juga mengatakan bahwa sistem temu-kembali informasi terdiri dari enam subsistem:

  • Subsistem dokumen
  • Subsistem indexiang
  • Subsistem kosa kata
  • Subsistem penelusuran
  • Antar-muka (interface) pemakai dengan system
  • Subsistem penyesuain/kecocokan

Dokumen sebagai objek data dalam Sistem Temu Kembali Informasi merupakan sumber informasi. Dokumen biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks atau kata kunci. Kata kunci dapat diekstrak secara langsung dari teks dokumen atau ditentukan secara khusus oleh spesialis subjek dalam proses pengindeksan yang pada dasarnya terdiri dari proses analisis dan representasi dokumen. Pengindeksan dilakukan dengan menggunakan sistem pengindeksan tertentu, yaitu himpunan kosa kata yang dapat dijadikan sebagai bahasa indeks sehingga diperoleh informasi yang terorganisasi. Sementara itu, pencarian diawali dengan adanya kebutuhan informasi pengguna. Dalam hal ini Sistem Temu Kembali Informasi berfungsi untuk menganalisis pertanyaan (query) pengguna yang merupakan representasi dari kebutuhan informasi untuk mendapatkan pernyataan-pernyataan pencarian yang tepat. Selanjutnya pernyataan-pernyataan pencarian tersebut dipertemukan dengan informasi yang telah terorganisasi dengan suatu fungsi penyesuaian (matching function) tertentu sehingga ditemukan dokumen atau sekumpulan dokumen. Proses tersebut di atas dapat diilustrasikan seperti gambar berikut:

Subject

a. Gambar Proses Temu Balik Informasi

Dalam Jurnal SKRIPSI Anggun Wahyu Pratama, Liston dan Schoene menyebutkan sistem temu balik yang efektif harus memiliki kemampuan untuk :

  1. Kecepatan dan ketepatan dalam penyebaran informasi
  2. Menyaring informasi
  3. Menghasilkan informasi yang benar pada saat yang benar
  4. Perubahan aktif dalam organisasi
  5. Menerima informasi dalam bentuk yang diinginkan
  6. Browsing
  • Keefektifitasan Temy Balik Informasi :

Berkaitan dengan temu balik informasi, efektivitas temu balik informasi merupakan kemampuan dari sistem untuk menemukan kembali berbagai dokumendari suatu basis data sesuai atau relevan dengan permintaan pengguna. Untuk mengetahui tingkat relevansi penelusuran informasi, Sulistyo Basuki (1992: 148)menyatakan bahwa: “rasio perolehan (recall) adalah perbandingan dokumen ditemukan dengan jumlah total dokumen relevan dalam sistem. Sedangkan Rasio ketepatan (precision) adalah perbandingan antara dokumen relevan dengan jumlahdokumen yang ditemu balik dalam penelusuran”.

Menurut Hasugian (2006: 5), “Perolehan (recall) berhubungan dengan kemampuan sistem untuk memanggil dokumen yang relevan. Sedangkan ketepatan (precision) berkaitan dengan kemampuan sistem untuk tidak memanggil dokumen yang tidak relevan”. Rumus untuk menghitung nilai perolehan (recall) dan ketepatan (precision) adalah sebagai berikut :

tbi1gambarrecall

b. Gambar rumus recall dan precision

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa bagian terpenting dalam proses temu balik informasi adalah ketika kebutuhan informasi pengguna tercapai sesuai dengan kebutuhan penggunannya dikarenakan precision (ketepatan) yang dihasilkan dalam penelusuran lebih tinggi daripada recall (perolehan).

D. Contoh Penggunaan Temu Balik Informasi di dunia nyata

  1. Konvensional (Katalog Perpustakaan) :Pencarian dengan kata kunci, judul, penulis dan lain-lain
  2. Text-based (Google, Yahoo, ASK) :Pencarian dengan kata kunci (keyword). Pencarian terbatas menggunakan query dalam bahasa alami
  3. Multimedia (Youtobe) : Pencarian dengan penampilan visual (bentuk, warna, gerak, dan lain-lain)
  4. Sistem jawaban pertanyaan (AskJeeves, Answerbus) : Pencarian dalam bahasa alami (terbatas), dll
  5. CBIR(Content Based Image Retrieval) Technology : Retrieval berdasarkan kategori konten dan warna. Dimana user mendeskripsikan image apa yang akan dicari  dengan cara memilih kategori misalnya jenis image, Negara, tahun pembuatan dan lain sebagainya.
  • Dalam Aplikasi Si Puspa Temu Balik Informasi digunakan pada perpustakaan Badan Pemeriksa Keuangan RI.Perpustakaan sebagai sumber informasi bagi pengembangan pengetahuan dan tempat dokumentasi harus dapat diandalkan dan terjaga perkembangan terknologi informasi dan pemanfaatannya telah merambah ke berbagai bidang. hingga saat ini tercatat beberapa masalah di dunia perpustakaan yang coba didekati dengan menggunakan teknologi informasi, mulai dari pelayanan, pengolahan sampai dengan sistem temu kembali informasiAplikasi SIPuspa adalah aplikasi yang digunakan dalam sistem informasi perpustakaan. Aplikasi ini sudah dimanfaatkan oleh para pengelola perpustakaan pusat maupun perwakilan BPK RI. Tujuan menggunakan Aplikasi SIPuspa adalah untuk keseragaman dalam pengelolaan, penginputan, pemanfaatan perpustakaan digital, serta sebagai sarana temu balik informasi. Dalam perpustakaan yang sudah berbasis web tentunya kita mengenal istilah OPAC (Online Public Access Catalogs), dengan adanya OPAC ini pengguna perpustakaan bisa mengakses informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. OPAC adalah sebuah fasilitas perpustakaan yang digunakan oleh pengguna perpustakaan untuk menelusur informasi yang diinginkan.

tbi1gambaropac1tbi1gambaropac2

c. Gambaran Tampilan Aplikasi SIPuspa

tbigambarhasil

d. Tabel Kesimpulan dengan menggunakan Aplikasi SIPuspa

Dari hasil rekapitulasi diatas, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (64,5%) pengguna Perpustakaan Badan Pemeriksa Keuangan RI, memberikan persepsi terhadap Aplikasi SIPuspa sebagai sarana temu kembali informasi adalah baik.

  • Temu Kembali Informasi dengan keyword (Studi deskriptif tentang sistem temu kembali informasi dengan controlled vocabulary pada field judul, subyek, dan pengarang di Perpustakaan Universitas Airlangga)

Dengan menggunakan OPAC Perpustakaan Universitas Airlangga yaitu menggunakan subjek sebagai keyword. Subjek yangdigunakan sebagai keyword ini merupakan subjek yang diambil dari koleksi.Seperti subjek “Electronic Commerce Law” dari judul “Cyber Law & Haki :Dalam Sistem Hukum Indonesia”. Berdasarkan hasil penelusuran yang didapatdengan menggunakan OPAC, koleksi yang dicari tidak dapat ditemukan.Berdasarkan kesimpulan diatas terdapat beberapa kendala dalam menelusur informasi.

  • TEMU BALIK INFORMASI PADA DOKUMEN TEKS BERBAHASA
    INDONESIA DENGAN METODE VECTOR SPACE RETRIEVAL MODEL

Penelitian ini membahas tentang implementasi sistem temu balik informasi untuk mencari dan menemukan dokumen teks berbahasa indonesia menggunakan Vector Space Retrieval Model (model ruang vektor / merepresentasi dalam bentuk matriks). Tujuan penelitian ini untuk menyediakan solusi pada mesin pencarian agar mampu menyediakan informasi dokumen teks pada database yang tepat menggunakan kata kunci tertentu. Hasil dari pencarian direpresentasikan dengan urutan/ranking kemiripan dokumen dengan query.

  • Identifikasi Plagiasi Karya Ilmiah berbasis Temu Kembali Informasi Menggunakan Algoritam Edit Distance Melalui Peringkasan Teks Otomatis

Karya ilmiah yang baik selain mengandung kebenaran ilmiah juga merupakan karya asli penulis atau tim penulis yang dapat dipertangungjawabkan. Karya ilmiah yang baik bukan merupakan hasil menjiplak, meniru atau yang lebih dikenal dengan plagiat dari karya orang lain. Dengan adanya publikasi karya ilmiah diharapkan kontrol dan pemeriksaan terhadap plagiasi karya ilmiah dapat dilakukan baik oleh penulis, pengelola media publikasi maupun oleh pembaca. Kondisi yang selama ini berjalan untuk mengontrol dan memeriksa suatu karya ilmiah termasuk kategori plagiat atau tidak adalah dengan cara membaca dan melihat langsung karya ilmiah yang di periksa. Dengan cara tersebut akan menjadi kendala apabila jumlah karya ilmiah yang akan diperiksa cukup banyak karena akan memerlukan waktu yang cukup lama.

Pertanyaannya bagaimana seorang penulis atau pembaca dapat mengidentifikasi plagiasi karya ilmiah dengan cepat dan mudah. Untuk karya ilmiah yang dipublikasikan secara on line salah satu solusi yang dapat dilaksanakan adalah dengan menggunakan sistem temu kembali informasi yaitu sistem yang berfungsi untuk menemukan informasi yang terkandung dalam sebuah dokumen . Sistem temu kembali informasi di atas akan lebih cepat prosesnya dengan menggunakan peringkasan teks secara otomatis dan akan memberikan ketepatan yang tinggi jika menggunakan agoritma edit distance untuk identifikasi plagiasi karya ilmiahnya.

Hasil Implementasi

  • Halaman Utama

tbi1gambarplagiasi1.jpg

e. Halaman utama Sistem Temu Kembali Informasi untuk identifikasi plagiasi karya
ilmiah menggunakan Algoritma Edit Distance

  • Tampilan halaman hasil pencarian modul Temu Balik Informasi

plagiasi2

f. Halaman Hasil pendeteksian

  • Tampilan hasil pengukuran kemiripan antar dokumen

Terdapat 2 fasilitas untuk melihat hasil kemiripan yaitu :

  • Tampilan hasil pengukuran kemiripan antar dokumen tanpa peringkasan teks otomatis yaitu dokumen yang langsung diproses pada tahap preprocessing, kemudian hasil text preprocessing dihitung jumlah karakter dan nilai edit distance untuk mendapatkan nilai presentase kemiripan dokumen.

plagiasi3

g. Gambar hasil kemiripan pendeteksian tanpa peringkasan teks

  • Tampilan hasil pengukuran kemiripan antar dokumen melalui peringkasan teks otomatis yaitu hasil ringkasan dokumen yang diperoleh yang kemudian diproses pada tahap preprocessing dan dihitung jumlah karakter & nilai edit distance untuk mendapatkan nilai presentase kemiripan dokumen.

plagiasiperingkasan

h. Gambar hasil kemiripan pendeteksian dengan peringkasan

  • Tampilan Hasil Temu Kembali Informasi menggunakan vector Space Model dan menggunakan algoritma edit distance

plagiasi5

i. Gambar tampilan hasil menggunakan vector space model

plagiasi6

j. Gambar Tampilan Hasil Pengukuran Kemiripan antar dokumen menggunakan Algoritma Edit Distance

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:

  1. Dalam Sistem Temu Kembali Informasi Secara On Line untuk Identifikasi Plagiasi karya Ilmiah terdapat tiga modul utama yang terintegrasi yaitu Modul Temu Kembali Informasi, Modul Peringkasan Teks Otomatis dan Modul Pengukuran Kemiripan Dokumen.
  2. Hasil evaluasi tingkat akurasi Sistem Temu Kembali Informasi Secara On Line untuk
    Identifikasi Plagiasi karya Ilmiah menggunakan metode pembobotan Vector Space Model dan pengkuran kemiripan dengan algoritma edit distance baik menggunakan peringkasan teks maupun tanpa peringkasan teks memiliki nilai akurasi 80 % s.d 100 % tergantung jumlah kata dalam dokumennya.
  3. Hasil evaluasi kecepatan proses diperoleh bahwa peringkasan teks otomatis mempengaruhi tingkat kecepatan pengukuran kemripan dokumen untuk dokumen dengan jumlah 100 kata ke atas. Sedangkan untuk dokumen dibawah 100 kata pengaruhnya sangat kecil.

E. Bahasa yang digunakan dalam Temu Balik Informasi

PHP : Seperti contoh kasus pengaplikasian TBI diatas

 

Download File Presentasi

Referensi

´Pratomo, Eko Deni. Sistem Temu Kembali Informasi . seputar-info-it.blogspot.co.id/2015/03/sistem-temu-kembali-informasi.html?m=1. waktu akses : Selasa, 4 April 2017

´army128bit. Information Retrieval (Sistem Temu-Balik Informasi). https://army128bit.wordpress.com/2010/03/09/information-retrieval-sistem-temu-balik-informasi. waktu akses : Jum’at, 8 April 2017

´Pratama, Anggun Wahyu. 2014. Jurnal Skripsi. APLIKASI SIPuspa SEBAGAI SARANA TEMU BALIK INFORMASI DI PERPUSTAKAAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/29861/3/ANGGUN%20WAHYU%20PRATAMA-FAH.pdf

´Karyono, Giat. , dan Fandy Setyo Utomo. 2012.TEMU BALIK INFORMASI PADA DOKUMEN TEKS BERBAHASA INDONESIA DENGAN METODE VECTOR SPACE RETRIEVAL MODEL. Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Terapan 2012 (Semanti 2012). Semarang, 23 Juni 2012 eprints.dinus.ac.id

´Kusumawardhani, Devita.Temu Kembali Informasi dengan keyword (Studi deskriptif tentang sistem temu kembali informasi dengan controlled vocabulary pada field judul, subyek, dan pengarang di Perpustakaan Universitas Airlangga). journal.unair.ac.id

´Mulyana, Iyan. , Chairunnas, Andi., dan Maesya, Aries. 2015. Identifikasi Plagiasi Karya Ilmiah berbasis Temu Kembali Informasi Menggunakan Algoritam Edit Distance Melalui Peringkasan Teks Otomatis. Seminas Nasional Teknologi 2015. http://ejournal.unpak.ac.id/download.php?file=dosen&id=538&name=dosen_7082_113._iyan_mulyana_(a866-a874)_-_identifikasi_plagiasi.pdf.

repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/40503/3/Chapter%20II.pdf