PMO PERTEMUAN 3 – KOMPONEN APLIKASI ANDROID

Komponen utama aplikasi android

  • Activity

Istilah yang digunakan dalam pemrograman Android untuk mengacu pada satuan interaksi dengan   pengguna melalui antarmuka grafis (GUI).

  • Services

Komponen aplikasi yang berjalan dibelakang layar tanpa user-interface.

  • Content Provider

Menyediakan cara untuk mengakses data yang dibutuhkan oleh suatu activity.

  • Broadcast Receivers

Komponen yang memantau, menerima, dan bereaksi terhadap pesan yang disebarkan, baik oleh   system maupun aplikasi lain.

 

Hyrarchy of screen element

  • Antarmuka pengguna untuk setiap komponen aplikasi Anda didefinisikan menggunakan hierarki objek View dan ViewGroup, seperti yang ditampilkan dalam gambar.
  • Setiap kelompok tampilan merupakan kontainer tak terlihat yang mengelola tampilan anak, sementara tampilan anak ini dapat berupa kontrol masukan atau widget lain yang menggambar sebagian dari UI.
  • Pohon hierarki ini bisa sederhana atau bisa juga kompleks sesuai kebutuhan (namun yang sederhana paling baik untuk kinerja).

 

Proses dan thread

  • PROSES

Setiap proses menyediakan resource , yang dibutuhkan untuk mengeksekusi program. Sebuah proses adalah instansi dari sebuah aplikasi atau program serta beberapa Sistem Operasi merujuk pada task , untuk merujuk  pada Program yang sedang berjalan. Ada lima tingkatan dalam hierarki prioritas pada android.

  • THREAD

Sebuah thread adalah bagian di dalam sebuah proses ,yang dapat dijadwalkan untuk di eksekusi. Semua thread dari sebuah proses ,akan saling membagi virtual address space  dan system resources. Sedangkan proses mempunyai virtual address space tersendiri atau terpisah. Thread memiliki akses langsung ke segmen data dari proses. sedangkan proses mempunyai salinan segmen data ,dari induk proses sendiri.

 

Siklus hidup activity

Selama siklus berjalan, activity bisa mempunyai lebih dari 2 status seperti yang terlihat pada gambar berikut ini.

  • Method onCreate()

Kondisi awal saat Activity baru diciptakan, biasanya dilakukan inisialisasi dan untuk menampilkan layout.

  • Method onStart()

Saat Activity dimulai/terlihat oleh user.

  • Method onResume

Saat activity dibuka kembali, bagian ini activity berada di bagian teratas diantara activity lain.

  • Method onPause()

Saat kita berpindah dari satu activity ke activity lain dimana activity tetap terlihat, tapi tidak mendapat focus.

  • Method onStop()

Dimana activity sudah tidak terlihat, digantikan oleh activity lain.

  • Method onRestart()

Dipanggil ketika kita menutup activity lain dan kembali ke activity pertama, diikuti dengan method onStart() dan onResume().

  • Ketika kita keluar aplikasi, secara berurutan activity akan memanggil method onPause() -> onStop() -> onDestroy().

 

Project structure

Setiap proyek di Android Studio berisi satu atau beberapa modul dengan file kode sumber dan file sumber daya. Jenis-jenis modul mencakup:

  • Modul aplikasi Android
  • Modul Pustaka
  • Modul Google App Engine

Semua file versi terlihat di bagian atas di bawah Gradle Scripts dan masing-masing modul aplikasi berisi folder berikut:

  • manifests: Berisi file AndroidManifest.xml.
  • java: Berisi file kode sumber Java, termasuk kode pengujian JUnit.
  • res: Berisi semua sumber daya bukan kode, seperti tata letak XML, string UI, dan gambar bitmap.

 

Struktur XML

XML dokumen berbentuk struktur pohon (tree structure). Sebuah dokumen XML harus berisi element root, elemen ini merupakan parent dari element-element yang lain. Elemen dalam dokumen XML membentuk struktur pohon. Sebuah pohon dimulai dengan root dan memiliki cabang sampai level yang paling rendah. Semua elemen dapat mempunyai sub elemen (elemen child).

Contoh sebuah dokumen XML :

<?xml version=”1.0″ encoding=”ISO-8859-1″?>

<?xml version=”1.0″?>

<buku>

<pengarang>robert</pengarang>

<judul>mak lampir</judul>

<tahun>1990</tahun>

</buku>

Penjelasan :

  1. Baris pertama merupakan deklarasi XML, Ini mendefinisikan versi XML (1.0) dan pengkodean yang digunakan (ISO-8859-1 = Latin-1/West European character set).
  2. Baris berikutnya menggambarkan root element dari dokumen, seperti mengatakan, dokumen ini adalah tentang buku
  3. Tiga baris berikutnya menggambarkan child element dari root (pengarang, judul, tahun)
  4. Dan baris terakhir adalah penutup root
  5. Dari dokumen xml tersebut dapat digambarkan bahwa, buku tersebut dikarang oleh robert, judulnya mak lampir, dan diterbitkan tahun1990

 

Jenis-jenis layout

  • Linear Layout

Layout yang menampilkan elemen-elemen view dengan arah linear, vertikal ataupun horizontal

  • Relative Layout

Layout yang menampilkan elemen-elemen view dalam posisi yang relatif. Posisi dari sebuah view yang dapat diletakkan relatif terhadap posisi elemen view di sekitarnya atau relatif terhadap area layout utama.

  • Table Layout

Layout yang menampilkan elemen view berdasarkan baris dan kolom.

  • Grid View

Layout grid yang biasa digunakan untuk membuat galeri foto.

  • ListView

Jenis layout dengan tampilan list.

 

Mendesain user interface/layout

Di Layout Editor Android Studio, Anda bisa dengan cepat membangun layout dengan menyeret widget ke dalam editor desain visual sebagai ganti menulis XML layout secara manual. Editor ini bisa menampilkan pratinjau layout Anda dalam berbagai versi dan perangkat Android, dan Anda secara dinamis bisa mengubah ukuran layout untuk memastikannya berfungsi dengan baik pada berbagai ukuran layar.

 

Android UI Control (TextView, EditText, Button, Spinner, CheckBox, RadioButton)

  • TextView

Untuk manampilkan teks atau tulisan pada layar atau perangkat android.

  • EditText

Digunakan oleh user untuk menginput atau memasukkan tulisan, teks atau angka.

  • Button

Sebagian besar aksi user biasanya berhubungan dengan button, misalkan submit, register, exit, hapus data dan sebagainya.

  • Radio Button

Salah satu elemen layout di Android yang sering dipakai, yang biasanya berfungsi untuk menginputkan data yang berupa pilihan dan hanya satu saja yang bisa dipilih.

 

Contoh programnya Ui Control dalam aplikasi

  • Contoh UI Control dalam Maps API di Google Maps
  • Maps API menawarkan beberapa kontrol UI bawaan yang serupa dengan yang ditemukan dalam aplikasi Google Maps pada ponsel Android Anda. Anda bisa mengubah visibilitas kontrol ini dengan menggunakan kelas UiSettings yang bisa diperoleh dari GoogleMap dengan metode GoogleMap.getUiSettings. Perubahan yang dilakukan pada kelas ini segera diterapkan pada peta. Untuk melihat contoh fitur ini, lihat aktivitas demo Setelan UI dalam aplikasi contoh.
  • Anda juga bisa mengonfigurasi sebagian besar opsi ini bila peta telah dibuat, baik melalui atribut XML atau menggunakan kelas GoogleMapOptions. Lihat Mengonfigurasi status awal untuk detail selengkapnya.
  • Setiap kontrol UI memiliki posisi sesuai dengan tepi peta, yang telah ditentukan sebelumnya. Anda bisa memindahkan kontrol menjauh dari tepi atas, bawah, kiri atau kanan dengan menambahkan [pengisi] ke objek GoogleMap.

 

File presensi bisa didownload: Click Here

 

Source: https://developer.android.com


ANGGOTA KELOMPOK 2 :

  • Ikmam Nur Fauzi (15.11.0016)
  • Bagas Pratikto (15.11.0019)
  • Suprayitno (15.11.0032)
  • Yusuf Budiaji (15.11.0037)
  • Upit Liana Sari (15.11.0042)
  • Edi Susanto             (15.11.0046)
  • Adimas Dwi Nur H. (15.11.0062)